• SMA NEGERI 1 KOTA SERANG
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Peduli Sesama Melalui SMANSA Peduli

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia saling membutuhkan antar manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita sebagai manusia harus saling tolong menolong. Karena setiap keadaan atau kebutuhan manusia satu dengan manusia lainnya berbeda,  kita sebagai manusia lainnya harus saling tolong menolong untuk memenuhi kebutuhan orang lain.  Karena sedikitnya bantuan dari kita dapat membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Pada awal tahun 2020 terjadi musibah banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah di Indonesia. Yang dimaksud dengan banjir yaitu peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti “air mengalir”, kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu. Banjir terjadi pada interval yang tidak teratur serta bervariasi dalam ukuran, durasi dan area yang terkena dampaknya.

Dampak dari banjir bandang juga sangat merugikan semuanya seperti Selama terjadi banjir, terutama banjir bandang, jalan-jalan, jembatan, pertanian, rumah dan mobil hancur. Orang menjadi tunawisma. Pemerintah mengerahkan petugas pemadam kebakaran, polisi, dan peralatan darurat lainnya untuk membantu para korban. Semua upaya tersebut harus dibayar mahal untuk masyarakat dan pemerintah. Biasanya dibutuhkan waktu lama bagi komunitas yang terkena  untuk bisa dibangun kembali. Begitu juga bisnis yang butuh waktu beberapa lama untuk kembali normal.

Lingkungan juga terkena dampak negatif ketika banjir terjadi. Bahan kimia dan zat berbahaya biasanya berakhir di air dan mencemari badan air yang akhirnya banjir. Sebagai contoh bencana tsunami besar melanda Jepang dan air laut membanjiri sebagian dari garis pantai pada 2011. Banjir menyebabkan kebocoran besar-besaran di pembangkit nuklir dan sejak itu menyebabkan radiasi tinggi di daerah itu. Pihak berwenang di Jepang khawatir tingkat radiasi Nuklir Fukushima 18 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Selain itu, banjir menyebabkan hewan-hewan terbunuh sehingga mengganggu keseimbangan alami ekosistem. Banyak orang dan hewan tewas dalam banjir bandang. Selain itu, banyak yang terluka dan kehilangan tempat tinggal. Pasokan air dan listrik terganggu sehingga berdampak pada aktivitas manusia. Selain itu, banjir membawa banyak penyakit dan infeksi termasuk demam, wabah pneumonia, dermatopathia dan disentri. Hewan seperti ular dan serangga dapat terbawa banjir dan menyebabkan kekacauan bila melewati pemukiman warga. Air selalu mengalir secara alami dari daerah tinggi ke daerah rendah. Artinya di dataran rendah dapat terjadi banjir lebih cepat sebelum mencapai tempat yang lebih tinggi.

Banjir pada awal tahun 2020 ini cukup merugikan semua orang khususnya di Lebak, Banten. Sebanyak 17.200 jiwa atau 4.368 kepala keluarga (KK) warga Kabupaten Lebak, Banten, mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor di enam kecamatan di daerah itu. “Semua warga yang terdampak bencana alam itu ditampung di delapan posko pengungsian,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi sebagaimana dilansir Antara, Minggu (5/1/2020). Kedelapan posko pengungsian itu di antaranya Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Nangela Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung, dan Posko Pengungsian Gedung Serbaguna Kecamatan Lebak Gedong.

Masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor itu mengungsi dalam lima hari terakhir karena 1.000 rumah warga mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah.Para korban banjir itu tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, CurugBitung, Maja, dan Kecamatan Cimarga.

“Kami mengutamakan penyaluran bantuan makanan dan kesehatan sebagai pelayanan dasar agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit menular,” ujarnya.

Menurut dia, banjir bandang dan tanah longsor yang lebih parah terjadi di perkampungan di Kecamatan Lebak Gedong karena lokasinya dekat dengan pertambangan liar di kaki gunung Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan aliran Sungai Ciberang.

Banjir dapat terjadi secara tiba-tiba dan surut dengan cepat. Tetapi ada pula yang terjadi selama berhari-hari bahkan lebih lama.Banjir tersebut terjadi di seitar daerah jakarta, dan Banten terutama di tanggerang dan lebak. wilayah Lebak, Banten. Banyak sekali bangunan – banguna yang rusak yang menyebabkan aktivitas lumpuh total, ribuan rumah hancur dan banyak pesantren yang rusak berat. Banjir bandang Lebak, Banten mencapai 1,5 meter. Kemudian di susul kerusakan banyak kantor pemerintah, jembatan yang ikut rusak berat.

Banyak dari warga Lebak, Banten yang lebih memilih untuk mengungsi ketempat yang lebih aman, karena takutnya air banjir yang semakin tinggi dan bangunan yang roboh sehingga tertimpa ke warga. Banyak anak kecil atau bahkan bayi yang harus ikut merasakan banjir bandang. Para penolong atau orang dewasa lebih memprioritaskan pertolongan kepada anak kecil, bayi, ataupun yang sudah lanjut usia. 

Pada kali ini SMA Negeri 1 Kota Serang berinisiatif untuk membantu para korbaan banjir bandang yang berada di Lebak, Banten. SMA Negeri 1 Kota Serang mengumpulkan berbagai kebutuhan yang diperlukan seperti pakaian yang layak, makanan, dana dan lain sebagainya. Bantuan tersebut diberikan oleh semua siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kota Serang yang berkenan memberi bantuan kepada saudara-saudara yang terkena musibah. Kegiatan ini dinamakan SMANSA PEDULI BANJIR. Diharapkan bantuan yang diberikan oleh SMA Negeri 1 Kota Serang dapat meringankan beban saudara-saudara semua dan semoga lebak dapat cepat pulih dan bangkit pasca banjir bandang.

Bantuan untuk para korban banjir bandang di lebak juga langsung disalurkan oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 Kota Serang yaitu Drs.Hj. Asep Joko Sampurno dengan beberapa perwakilan siswa dari SMA Negeri 1 Kota Serang. (LNJ/S5&NAS/S8)

Komentari Tulisan Ini