• SMA NEGERI 1 KOTA SERANG
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

CINTA SENI DENGAN GSM

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terdiri dari berbagai macam  kebudayaan dari setiap daerahnya. Hal ini disebabkan karena bentuk negara Indonesia yang berbentuk Negara kepulauan. Tentu saja, keanekagaragaman inilah yang membuat negara Indonesia menjadi unik di mata dunia. Dan tentu saja kita sebagai warga Indonesia yang baik haruslah menghargai dan melestarikan kesenian yang ada.

Apaitu seni? Menurut Ki Hajar Dewantara, seni adalah hasil keindahan sehinga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni. Sedangkan menurut Aristoteles, seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam. Jadi pada  umumnya seni adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan dirinya sendiri maupun orang lain.

Seni terbagi menjadi beberapa macam yaitu seni rupa, seni tari, seni musik, seni drama, dan seni sastra. Seni juga memiliki banyak fungsi bagi kehidupan kita sehari hari yaitu sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik, pemenuhan kebutuhan emosional, media agama, media pendidikan, media informasi, dan tentunya sebagai media hiburan. Istilah seni kemungkinan besar di temukan atau lebih tepatnya di maknai ulang oleh S. Sudjojono melalui Pemersatu Gambar Ahli Indonesia (PERSAGI) yang kala itu sangat giat mencari padanan istilah berbahasa Indonesia. Istilah baru yang juga diperkenalkan antara lain seni lukis, lukisan, pelukis, lukisan kanvas, pematung, seni rupa, cukilan, alam benda, potret diri, watak, sanggar, sketsa, seniman, dan lain-lain.

Saat ini, banyak remaja yang lebih menyukai kesenian modern dari pada kesenian tradisional sehingga kecintaannya pada budaya tradisional Indonesia pun sangatlah sedikit. Maka dari itu, pemerintah khususnya Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program untuk meningkatkan kesenian daerah dengan cara seniman mengajar kesenian bagi para remaja yang disebut GSMS. GSMS adalah singkatan dari Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang memiliki banyak tujuan yaitu, menumbuhkan minat bakat peserta didik di bidang seni budaya, menjalin kerjasama dan sinergi antara sekolah dengan seniman, menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan, membentuk karakter dan membangun sikap kreatif, meningkatkan ekosistem sekolah yang berbudaya, serta yang paling penting adalah untuk melestarikan budaya Indonesia. Selain itu, GSMS juga merupakan salah satu usaha membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang memiliki kompetensi di bidang seni budaya.

Seniman yang terlibat ini di tentukan oleh dinas pendidikan Provinsi berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Balai Pelestarian Nilai Budaya/Dewan Kesenian/Taman budaya setempat.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berada di Provinsi Banten di selenggarakan pada tanggal 16 Desember 2019 dan bertempat di Plaza Aspirasi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten ( KP3B ), Sukajaya, Kota Serang, Banten. Mengawali rangkaian kegiatan, di sambut dengan pertunjukan pentas seni berbagai tarian lokal dan teater oleh siswa – siswi tingkat SMA/SMK se-Provinsi Banten. Yang di saksikan oleh gubernur Banten yang di wakili oleh Asda II, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepala Seksi Kesenian dan Bahasa.

Gubernur Banten yang di wakili oleh Asda II dalam pembukaan acara mengatakan bahwa GSMS ini adalah program dari Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang di turunkan di setiap Provinsi. Kegiatan ini bukti nyata kepedulian pemerintah baik pemerintah pusat yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga Pemerintah Daerah yang dalam hal ini ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melalui Bidang Kebudayaan Seksi Kesenian dan Bahasa. GSMS juga merupakan kegiatan yang memberdayakan seniman-seniman khususnya seniman yang ada di daerah Banten. Jadi seniman-seniman ini bisa menyalurkan ilmunya kepada para siswa-siswi diharapkan dapat memanfaatkan waktunya dengan baik dalam mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini melibatkan 21 sekolah yang terdiri dari 19 sekolah SMA/SMK yang mengikuti pertunjukan dan 2 sekolah yang mengikuti pameran seni. Dalam program ini SMA Negeri 1 Kota Serang menjadi salah satu sekolah yang ikut berpartisipasi dengan menampilkan sebuah drama tari yang berjudul “ Surosowan Bubrah “. Drama tari ini menceritakan tentang runtuhnya Keraton Surosowan karena VOC Belanda, dari Sultan Ageng Tirtayasa sampai Sultan Haji. Drama tari ini di bawakan oleh 23 orang perwakilan dari SMA Negeri 1 Kota Serang yang terdiri dari 11 orang ekstrakulikuler Tradansa, 3 orang ekstrakulikuler Smansa Voice, 1 orang ektrakulikuler Film Maker, 1 orang ekstrakulikuler Kiseki, 2 orang ekstrakulikuler Teater, dan 5 orang lainnya yang tidak mengikuti ekstrakulikuler. Namun, dari semua ekstrakulikuler tersebut yang di tampilkan hanyalah musik, tarian dan teater nya saja. Mereka yang membawakan drama tari tersebut tentunya menyiapkannya dengan sangat matang, mereka berlatih kurang lebih sekitar 3 bulan, setiap hari jum’at seusai pulang sekolah agar drama tari yang mereka tampilkan terlihat bagus dan menarik.

Menurut salah satu peserta GSMS, “ Acara GSMS itu adalah suatu kegiatan yang menampilkan kreativitas siswa tentang seni, karena kita senang juga berkontribusi dalam dunia seni, ikut bergabung dalam acara GSMS ini, yang pertama pastinya dapat banyak pelajaran, menambah wawasan, seru juga karena kita bareng – bareng yang awalnya gak kenal karena harus latihan bareng jadi  nambah temen gitu, yang pasti seneng banget, kita jadi bisa ngeluarin apa bakat yang kita punya khususnya di  bidang seni “ ujar teh Putri Wahdania, Minggu (12/01) selaku ketua ekstrakulikuler Tradansa.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi mengharapkan seniman harus masuk sekolah dan melatih seni budaya di sekolah, agar terlahirnya seniman – seniman yang bisa mengangat budaya Banten ke kancah nasional maupun internasional yang menjadi aset bangsa sekaligus melatih karakter melalui Gerakan Seniman Masuk sekolah ( GSMS ) ini. (NAA/S4&RLW/S0)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
APHRODITE#6 ( Thirty Percent of Basketball is Magic)

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Menurut KBBI

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 136 kali
Berbahasa Inggris Bersama Elite

Tak perlu kita pungkiri lagi bahasa inggris adalah bahasa internasional. Semua orang di seluruh dunia sudah mulai mempelajari bahasa inggris bahkan menggunakannya sebagai bahasa sehari-

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 108 kali